Barang Dan AsetUncategorized

Bimtek Pemanfaatan Dan Pengelolaan Barang Milik Daerah

Bimtek & Diklat Pemanfaatan Dan Pengelolaan Barang Milik Daerah Strategi Optimal Meningkatkan Efisiensi Aset Pemerintah Daerah

Pemanfaatan dan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Barang Milik Daerah tidak hanya dipandang sebagai aset yang dimiliki pemerintah daerah, tetapi juga sebagai sumber daya strategis yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan administratif. Oleh karena itu, pengelolaan BMD yang baik mampu mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi terhadap optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Seiring berkembangnya tuntutan terhadap tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), pemerintah daerah dituntut untuk menerapkan sistem pengelolaan aset yang profesional, efektif, efisien, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengelolaan Barang Milik Daerah mencakup berbagai tahapan, mulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, penatausahaan, hingga pembinaan, pengawasan, dan pengendalian. Seluruh proses tersebut harus dilakukan secara terintegrasi agar aset daerah dapat memberikan manfaat yang maksimal.

 

Pemanfaatan Barang Milik Daerah menjadi salah satu instrumen penting dalam mengoptimalkan aset yang belum digunakan secara maksimal untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Berbagai bentuk pemanfaatan, seperti sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah (BGS), bangun serah guna (BSG), maupun kerja sama penyediaan infrastruktur, memungkinkan pemerintah daerah memperoleh nilai tambah tanpa harus kehilangan status kepemilikan aset tersebut. Dengan demikian, aset yang sebelumnya menganggur dapat dioptimalkan menjadi sumber pendapatan maupun sarana peningkatan pelayanan publik.

Di era digital dan reformasi birokrasi, pengelolaan Barang Milik Daerah juga dituntut untuk memanfaatkan teknologi informasi melalui sistem informasi manajemen aset. Digitalisasi data aset membantu pemerintah daerah dalam melakukan inventarisasi, monitoring, evaluasi, hingga penyusunan laporan keuangan yang lebih akurat. Selain itu, penerapan sistem digital mampu meminimalkan risiko kehilangan aset, penyalahgunaan, maupun permasalahan administrasi yang selama ini sering terjadi. Dengan ini kami akan mengadakan bimtek & diklat dengan tema ” Pemanfaatan Dan Pengelolaan Barang Milik Daerah Strategi Optimal Meningkatkan Efisiensi Aset Pemerintah Daerah ” akan dilaksanakan pada :

Berikut tanggal dan lokasi kegiatan yang kami sediakan

Silahkan pilih tempat dan waktunya, jadwal bisa anda lihat dibawah ini :

Jadwal & Lokasi Pelatihan

TANGGALLOKASI KEGIATAN
Rabu - Kamis
08 - 09 April 2026

  • Hotel Orchard Jayakarta Jakarta

  • Hotel Abadi Malioboro Jogja

  • Hotel Pacific Palace Batam

  • Hotel Central Park Bali

  • Hotel Golden Flower Bandung

  • Hotel Ibis City Center Makassar

  • Hotel Quest Surabaya

  • Hotel Montana Premier Senggigi Lombok

  • Hotel acsent Malang

  • Hotel Ibis Semarang

  • Hotel Santika Radial Palembang

  • Hotel Arte Bandar Lampung

Rabu - Kamis
15 - 16 April 2026
Jumat - Sabtu
24 - 25 April 2026
Selasa - Rabu
28 - 29 April 2026
TANGGALLOKASI KEGIATAN
Rabu - Kamis
06 - 07 Mei 2026

  • Hotel Orchard Jayakarta Jakarta

  • Hotel Abadi Malioboro Jogja

  • Hotel Pacific Palace Batam

  • Hotel Central Park Bali

  • Hotel Golden Flower Bandung

  • Hotel Ibis City Center Makassar

  • Hotel Quest Surabaya

  • Hotel Montana Premier Senggigi Lombok

  • Hotel acsent Malang

  • Hotel Ibis Semarang

  • Hotel Santika Radial Palembang

  • Hotel Arte Bandar Lampung

Senin - Selasa
11 - 12 Mei 2026
Kamis - Jumat
21 - 22 Mei 2026
Jumat - Sabtu
29 - 30 Mei 2026
TANGGALLOKASI KEGIATAN
Selasa - Rabu
02 - 03 Juni 2026

  • Hotel Orchard Jayakarta Jakarta

  • Hotel Abadi Malioboro Jogja

  • Hotel Pacific Palace Batam

  • Hotel Central Park Bali

  • Hotel Golden Flower Bandung

  • Hotel Ibis City Center Makassar

  • Hotel Quest Surabaya

  • Hotel Montana Premier Senggigi Lombok

  • Hotel acsent Malang

  • Hotel Ibis Semarang

  • Hotel Santika Radial Palembang

  • Hotel Arte Bandar Lampung

Selasa - Rabu
09 - 10 Juni 2026
Rabu - Kamis
17 - 18 Juni 2026
Senin - Selasa
22 - 23 Juni 2026

Biaya Dan Fasilitas Yang Di Dapat Peserta
Kegiatan ini diselenggarakan secara swadana ke masing-masing peserta/SKPD dengan biaya sebagai berikut :
Rp,- 5.000.000,- (Lima juta rupiah) / Peserta menginap
Rp,- 4.000.000,- (Empat juta rupiah) / Peserta tidak menginap


DENGAN FASILITAS YANG AKAN DITERIMA OLEH PESERTA, Sebagai berikut:
- Pelatihan selama 2 hari / materi sampai selesai
- Peserta menginap (twin-share)
- Seminar kit
- Tas ransel exclusive
- Sertifikat pelatihan
- Coffee break, lunch dan dinner (selama kegiatan berlangsung)
- Antar jemput bandara peserta group minimal 5 orang (peserta wajib konfirmasi)
- Request peserta di luar jadwal yang tidak tercantum di website, minimal 10 peserta
- Konfirmasi pendaftaran peserta selambat-lambatnya H-7
- Daftarkan segera, tempat terbatas

Konfirmasi pendaftaran dapat menghubungi :




Biaya waktu dan tempat yang tercantum sewaktu-waktu dapat berubah. Terima kasih

Jika anda ingin mengikuti sesuai dengan agenda jadwal yang telah kami buat maka silahkan langsung saja konfirmasi dengan kami. Atau jika ada saran lain mengenai waktu dan tempat maka bisa di diskusikan dengan team kami.

Melalui pengelolaan dan pemanfaatan Barang Milik Daerah yang optimal, pemerintah daerah tidak hanya mampu menjaga nilai aset, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai konsep, mekanisme, serta strategi pengelolaan dan pemanfaatan Barang Milik Daerah menjadi sangat penting bagi aparatur pemerintah maupun para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan aset daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *